Wanita Cantik di Pameran Mobil Akan Menghilang?!

sewa mobil malang ke surabaya

Saat ini mungkin anda cukup heran bila mengunjungi gerai-gerai pameran otomotif di beberapa daerah, dimana kali ini ada pemandangan berbeda ketika anda mulai jarang melihat wanita-wanita cantik dengan balutan menggoda berada di booth suatu produk. Sebenarnya, trend ini dimulai dari arena mobil balap F1 yang terus berkembang merambah ke even lainnya. Apalagi bagi mereka yang menggunakan sewa mobil Malang ke Surabaya bagi keperluan mereka, praktis penggunaan wanita cantik dan seksi hampir tidak ada gunanya untuk membantu mereka.

Trend tidak dipakainya sosok-sosok bidadari ini dalam pameran-pameran otomotif memang telah menjadi trendi, bahkan, sudah banyak produsen yang dengan terbuka menyatakan tidak akan memakai model cantik untuk mewakili booth-booth mereka. Jadi, bila anda berharap untuk melihat wanita cantik di pameran mobil dengan balutan mini di masa depan, mungkin anda harus siap kecewa kwkwwkkw.

Sejalan dengan hal ini, sebuah berita juga telah dilansir oleh harian otomotif ternama yaitu Paultan. Menurut harian ini, dalam sebuah acara pameran di Jenewa, sebuah produsen mobil dari Korea yang bernama SsangYong bahkan tidak mau menggunakan model seksi. Bahkan menurut harian tersebut, kedepan booth para produsen akan digawangi oleh pria maupun wanita dengan baju yang sopan. Hal ini juga ditegaskan oleh Lexus yang merupakan produk dari Toyota. Mereka bahkan lebih radikal lagi dengan sama sekali tidak akan menggunakan model!

Trend ini juga terus berlanjut, tidak begitu lama FIAT pun memberikan pernyataan yang mengejutkan dimana mereka telah memutuskan kerjasama dengan banyak model wanita untuk ikut andil dalam acara mereka. Mereka dengan terbuka beralasan bila mereka khawatir justru mendapatkan kritikan bila tetap menggunakan jasa wanita cantik ini.

Berubahnya Cara Pandang

Meskipun demikian bukan berarti saat ini sudah tidak ada sama sekali yang menggunakan jasa model cantik ini. Untuk Toyota dan Nissan menyatakan masih akan menggunakan jasa mereka walopun dengan tegas mengatakan bila mereka akan tetap menggunakan setelan yang sopan.

Seorang perwakilan dari Nissan yaitu Sara Jenkins mengakui bila jaman telah berubah. Menurutnya karena memang mereka menjual mobil, ya lebih baik mengganti sosok-sosok cantik tersebut dengan orang yang memang mengerti produk.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Dengan dukungan dari lembaga nir laba Women Sport Trust, dimana mereka memperjuangkan hak-hak wanita di dunia berikut perubahan market, membuat para produsen mulai lebih memperhatikan pada isu gender.

Di awal-awal, produsen yang berusaha untuk tidak memperlihatkan kesan kacangan untuk produk-produk mereka dalam pameran otomotif adalah jeep, Alfa Romeo dan Maserati. Dan dengan data penjualan yang ada, mau tidak mau memaksa para produsen untuk tidak lagi berpandangan kolot.

Sebagai gambaran, pembeli mobil di Inggris dengan gender wanita dalam 10 tahun terakhir telah meningkat hingga 66%. Di negara lain di Eropa misalnya Jerman, 1/3 pembeli adalah wanita dan di Perancis ternyata 37% pembeli adalah wanita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *